Latest Article Get our latest posts by subscribing this site

Tips Memotret Foto Makro (Close Up)

Selamat sore

Baru hari ini saya bisa update post karena kemarin merupakan babak terakhir masa-masa liburan semester ganjil sampai saya kuwalahan dalam mengatur waktu. Apa hubungannya?

Kemarin saya refreshing sampai serefresh-refreshnya mengingat setelah ini sudah tidak ada waktu santai lagi untuk saya. Selama dua atau tiga bulan kedepan saya harus berhadapan dengan Ujian Akhir Sekolah, Ujian Praktek, Ujian Normatif Adaptif, Ujian Semester Ganjil, dan tentunya Ujian Nasional yang diprediksi akan berlangsung pertengahan bulan april nanti.

Untuk sekedar info saja, berikut ini sedikit Tips Memotret Foto Makro (Close Up) untuk kamera DSLR/Saku, akan tetapi untuk anda para Fotografer Handphone bisa juga mempelajari tips berikut ini. Selain itu yang ingin mengikuti Kompetisi Fotografi Ponsel #2 yang temanya Black & White, saya kasih tahu bahwa black and white sangat bagus diaplikasikan ke foto makro -menurut saya-.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Serangga - CoferONE
Fotografi makro adalah fotografi dengan jarak sangat dekat untuk mendapatkan detail yang tinggi namun tidak memerlukan bantuan alat pembesar optik seperti mikroskop.

Fotografi makro biasanya memiliki rasio 1:1, yaitu besar gambar yang dihasilkan sama ukurannya dengan benda aslinya. Sebagai contoh, pada film 35 mm, lensa harus dapat fokus pada area sekecil 24 36 mm, yaitu ukuran gambar pada film.

Seiring kemajuan teknologi yang menghasilkan fotografi digital, definisi fotografi makro pun berubah menjadi lebih dinamis yaitu teknik pengambil foto objek dalam jarak yang sangat dekat, berkisar antara 10 hingga 60 cm dari lensa kamera. Sedangkan jarak yang lebih dekat dari 10 cm, bisa dikatakan telah memasuki wilayah fotomikrografi.

Fotografi Makro dapat dilakukan pada objek apa saja. Tanaman, hewan, makanan hingga produk dapat dijadikan sebagai objek untuk menghasilkan sebuah foto makro.

Kali ini, kami akan berbagi tips dalam mengambil foto makro secara umum agar Anda dapat menghasilkan foto makro yang lebih baik. Simak langkah-langkahnya berikut ini:

1. Siapkan Kamera dan Lensa

Untuk membuat sebuah foto makro saat ini sebenarnya sangatlah mudah. Jika tidak memiliki sebuah kamera DSLR, Anda juga dapat menggunakan kamera saku dan memilih mode makro pada kamera untuk mengambil foto.

Tapi jika Anda pengguna kamera DSLR, untuk membuat sebuah foto makro yang baik, Anda wajib memiliki sebuah lensa makro. Lensa makro memang dibanderol dengan harga yang relatif mahal dibandingkan dengan lensa lain. Namun tidak perlu khawatir karena kini ada alternatif yang lebih murah. Anda dapat menggunakan adapter lensa makro atau extension tube tambahan untuk mengubah lensa standar menjadi sebuah lensa makro.

2. Perhatikan Pencahayaan atau Lighting

Semakin dekat lensa ke subjek, pencahayaan akan semakin minim. Untuk itu, kondisi pencahayaan di sekitar wajib diperhatikan. Pertama yang harus Anda lakukan adalah mengatur ISO serendah mungkin. Sebab pada fotografi makro, gambar yang detil dan bebas ganguan noise adalah yang utama.

Setelah mengatur ISO ke angka terendah, Anda kemudian dapat mengatur bukaan diafragma kamera ke posisi terbesar. Melakukan pengaturan diafragma akan sangat menguntungkan pada pemotretan makro dengan subjek yang tidak bergerak seperti tanaman atau produk.

Karena selain akan mendapatkan lebih banyak jumlah cahaya yang masuk, Anda juga akan mendapatkan efek bokeh (blur pada bagian belakang subjek) yang membuat foto tampil lebih artistik.

Namun jika Anda melakukan pemotretan makro ke objek bergerak seperti hewan, maka pengaturan Shutter Speed yang tepat adalah kuncinya. Karena biasanya hewan-hewan kecil seperti semut, lalat, nyamuk, belalang, kupu-kupu dan lain-lain dapat bergerak dengan cepat tanpa kita sadari, sehingga momen yang baik akan hilang begitu saja.

3. Jangan Ragu Memakai Alat Bantu

Jika Anda memotret makro untuk sebuah produk, sangat disarankan agar Anda melakukannya di dalam studio. Karena dengan menggunakan bantuan lampu studio yang dapat diatur untuk menyala secara continuos akan mempermudah Anda untuk menentukan titik fokus.

Sedangkan untuk pemotretan makro hewan atau tumbuhan yang biasa dilakukan di luar ruangan, Anda dapat menggunakan alat bantu seperti flash, atau flash khusus untuk foto makro jika kondisi pencayaan kurang mendukung. Kemudian, agar gambar yang dihasilkan dapat tetap tajam, jangan lupa gunakan sebuah tripod saat memotret.

4. Perhatikan Fokus dan Mode Metering

Misfokus atau fokus yang meleset, adalah petaka pada sebuah fotografi makro. Untuk menghindarinya, penggunaan pengaturan fokus secara manual akan lebih efektif dibandingkan dengan mode Autofocus.

Kemudian agar lebih mudah dan cepat dalam menentukan fokus di mode manual, sebaiknya Anda mengatur opsi metering kamera pada mode Spot Metering. Karena penggunaan Spot Metering akan membuat kamera menghitung metering pencahayaan hanya di area fokus yang dituju saja.

5. Memiliki Tujuan

Untuk memperoleh hasil yang maksimal, penting diketahui tujuan pengambilan fotografi makro, apakah hanya untuk sekedar iseng, seni, kepentingan ilmiah, pemberitaan atau promosi produk.

Dengan demikian kita bisa fokus. Biasanya untuk kepentingan ilmiah dan pemberitaan lebih mengutamakan 'pesan foto' daripada keindahannya (seni), namun akan menjadi foto yang hebat apabila keduanya dapat disatukan.

6. Bersabarlah dan Tetap Bereksperimen dengan Komposisi

Memotret makro tidak seperti memotret landscape atau potrait. Anda harus memiliki kesabaran ekstra karena pengambilan gambar harus dilakukan sedekat mungkin dengan subjek. Selain perlu kesabaran lebih, kami juga tetap menyarankan agar Anda terus bereksperimen dengan komposisi agar foto makro menjadi lebih baik setiap harinya.


Selamat bereksperimen dengan foto-foto anda

12 Tips Memotret dengan Kamera Ponsel

Kamera Handphone
12 Tips Memotret dengan Kamera Ponsel | Ponsel sudah berganti nama menjadi telepon cerdas alias smartphone berkat penambahan fitur-fitur di luar kemampuan normalnya. Salah satunya adalah penambahan kamera. 

Cukup banyak pengguna smartphone yang hanya mengandalkan ponsel di kamera untuk perangkat dokumentasi dan fotografi. Namun, banyak dari mereka yang kurang puas dengan hasil jepretannya. Mereka banyak mengeluhkan kualitas hasil fotonya, baik dari segi kualitas gambar maupun kualitas isi foto itu sendiri.

Ingin tahu cara bikin foto bagus dengan smartphone? Berikut 12 tips dari jurnalis multimedia dan fotografer jalanan yang menjadikan iPhone sebagai senjatanya, Richard Koci Hernandez.

1. Ini masalah pencahayaan.
Mengambil foto pada kondisi cahaya yang bagus—pagi hari atau menjelang senja—memiliki kemungkinan untuk mengubah foto yang biasa jadi luarbiasa!

2. Jangan gunakan fitur zoom.
Hasil zoom dari ponsel sangat buruk dan bisa menjadi awal dari hasil yang buruk. Jika ingin memperoleh gambar yang lebih dekat, mendekatlah dengan kaki Anda, bukan dengan tombol zoom.

3. Kunci eksposur dan fokus.
Dengan aplikasi kamera default, tekan/tap dan tahan tombol Shutter. Ketika tanda kotak berkedip, artinya eksposur dan fokus sudah terkunci. Baru ambil gambar dengan menekan penuh tombol shutter atau melepas jari dari layar.

4. Edit, edit edit.
Tahan diri, jangan share semua jepretan Anda. Posting atau share hanya hasil yang bagus agar pengikut Anda, misalnya di Instagram, bertambah. “Kami tidak ingin melihat 1000 foto dari anakmu, tampilkan yang paling bagus saja!”

5. Jangan terlalu menilai tinggi.
masalah teknik. Latihlah kemampuan Anda melakukan observasi.

6. Belajarlah untuk mengamati dan melihat secara lebih mendalam.
Filter tidak bisa menggantikan mata yang baik. Perhatikan momen, cahaya, dan objeknya. Jika Anda akan menambahkan efek sepia, black and white, atau filter lainya nanti, silahkan saja. Untuk keperluan jurnalisme, sebaiknya tinggalkan yang namanya filter itu.

7. Jepret diam-diam untuk mendapat hasil yang alami.
Lakukan pengambilan gambar secara diam-diam agar objek manusia tidak tahu bahwa gambarnya sedang diambil. Kecenderungan seseorang ketika tahu sedang difoto adalah bergaya: hasilnya sangat tidak natural.

8. Buat target dan tenggat.
Ambil 20 gambar untuk satu benda dari berbagai sudut. Anda akan melihat bahwa dunia tampak berbeda jika dipandang dari sudut yang berbeda. Bahkan jika Anda sekedar berjalan memutari segelas kopi di dapur, akan terlihat bedanya sudut pengambilan gambar dan pencahayaan yang jatuh padanya.

9. Ketahui apa yang ingin Anda lihat sebelum dapat melihatnya.
Buat daftar tentang apa yang ingin Anda foto hari ini dan temukan. Cara ini akan mengasah intuisi dan pengalaman Anda.

10. Pelajari cara kerja fotografer lain.
Cara fotografer lain mengambil gambar akan menjadi sumber inspirasi bagi Anda. Banyak hal yang sebelumnya tidak terpikirkan menjadi jelas setelah melakukan pengamatan. ATM: amati, tiru, modifikasi untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.

11. Selalu siap.
Pastikan saat hati dan pikiran bilang “Shoot!”, kamera Anda telah siap ditekan. Jangan sampai kamera/ponsel. Anda masih ada di kantong celana, di dalam tas, atau ketinggalan di toilet.

12. Miliki ponsel atau smartphone berkamera.
Kesebelas tips di atas tidak berguna tanpa tips terakhir ini.

Selamat memotret :)

Sumber : Kompas

Jelly Lens : Kamera Androidku Jadi Lebih Ngeh

Jelly Lens : Kamera Androidku Jadi Lebih Ngeh | Bermula ketika saya join disalah satu group komunitas fotografer handphone dan saya melihat sebuah foto dengan objek lalat terjepret bidikan kamera 3MP dengan hasil yang sangat bagus sekali. Mata lalat itu terabadikan dengan sangat jelas hingga bagian-bagian dari tubuhnya juga terlihat sangat detail (hingga bulu-bulunya juga). Kok bisa? Ternyata itu tak luput dari beberapa faktor, salah satunya yaitu Close Up Jelly Lens.
Jelly Lens merupakan sebuah lensa tambahan untuk ponsel kita yang mudah dipasang dan dilepas, menempel di bagian casing belakang dengan sebuah karet semacam jelly yang lengket sebagai perekat antara lens dengan casing. Ada beberapa macam jenis Jelly Lens yang akan menimbulkan efek yang berbeda dari setiap jenisnya. Ada efek makro (close up), spark, fisheye juga ada yang tentunya akan membuat ponsel kita seperti kamera canggih.
Saya merasa iri dan ingin memilikinya :)) Secara kameraku 5MP dengan bantuan autofocus kok gak bisa menghasilkan foto yang ngeh banget seperti itu :p tak berapa lama kemudian setelah rasa penasaran dan keinginan saya memuncak saya googling mencari-cari info seputar Jelly Lens + nyari ol-shop yang jual barang tersebut (secara kalau di ponorogo saya yakin seyakin-yakinnya gak ada satupun orang/toko yang jualan jelly lens). Alhasil saya temukan ol-shop yang jual Jelly Lens itu namun jauh juga tempatnya. Di Surabaya. Setelah saya pikir-pikir lagi "ah masa iya harus kesana demi lens ini. Saya pengennya COD. Siapa ngerti dapat diskon". #Modus

Niat saya untuk mendapatkannya sedikit surut waktu itu.

Tapi kebetulan tak disangka-sangka ada sebuah kegiatan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur yaitu peningkatan keterampilan siswa di kawasan kampus UNESA (UPT PPPK) yang diikuti oleh siswa SMK se-jatim dan kebetulan sekolahanku menunjuk empat orang siswa untuk dikirim mengikuti pelatihan disana selama satu minggu dan salah satunya SAYA yang ditunjuk :p #BejoBanget. Saya sumringah dan langsung bermimpi-mimpi yang aneh-aneh. #Doh

Singkat cerita hari kamis malam (setelah ditunda selama empat hari karna dia jadwal kuliahnya padat dan saya juga sedang konsen ditempat pelatihan saya) saya ketemuan sama orang yang jual lens itu disalah satu mall dekat kampus UNESA (bukan Maling Square lo ya). Dianya sudah nunggu di KFC dekat pintu masuk utara sejak pukul setengah tujuh dan saya baru sampai 20 menit kemudian (karna saya jalan kaki). Sampai ditempat saya langsung cari orang itu. Sebelumnya dia sudah bilang kalau dia duduk sendiri memakai cardigan pink. #EAAAAAA :D (udah gak usah dibahas masalah bentuk fisik sama auranya) #HAHAHAHA. Transaksi selesai and i get it.

Sesampainya di asrama saya coba dan ya :) persis sama harapan saya.

Seperti ini penampakannya :

Jelly Lens
Sebenarnya ada kurang lebih sekitar 12 macam jelly lens. Namun hanya 4 yang saya miliki. (Hanya yang close up saja sih yang saya butuhin).

Contoh perbedaan memakai lensa dan tanpa memakai lensa (close up) : 

Before

After
Perbedaannya dilihat dari jarak pengambilan. Tanpa memakai lensa tambahan, focus (untuk ponsel saya) maksimal yaitu sekitar 3cm dari jarak benda. Jauh ya? Berbeda dengan yang memakai lensa. Dengan jarak 0.5cm pun kamera masih bisa fokus.

Jadi ngeh banget kan kamera gue? Tunggu karya-karya dari saya nanti.

Part 1 : Sisi Android Bidang Fotografi

Andrographer - Android Fotographer
Dari postingan sebelumnya saya katakan bahwa saya ambil tema Android sebagai dasar tulisan saya di blog ini.

Mmm sebenernya juga gak cuma Android sih :p

Oke, Android merupakan suatu kebanggaan buat saya setelah saya lama bergelut di dunia Symbian yang ternyata Android itu lebih open source banget buat saya. Walau HH saya ini termasuk kelas low-end namun saya bangga dan saya maksimalkan semua fitur yang tersedia. Maaf lo untuk para Symbianers. Saya cinta Symbian dan juga Android. Kalau kalimat-kalimat saya ini menyinggung hati kalian saya mohon maaf.

Dilihat dari berbagai aspek, Android memang cocok untuk segala hal. Dari pekerjaan hingga hiburan. (Pekerjaan apa contohnya? Shooting kayak di iklan itu kah?)

Kali ini yang akan saya bahas, Part 1 : Sisi Android Bidang Fotografi
*jadi nanti ber part-part gitu ya :p #Doh #Polos
Dalam dunia fotografi, Android tak kalah hebat dengan kamera-kamera digital maupun DSLR. Sebagai bukti kemarin-kemarin pernah diadain lomba fotografi via handphone Android. Hasil dari jepretan Android juga gak kalah lo sama kamera profesional.

Walau bagaimanapun, namanya juga bukan kamera tulen dalam artian kamera yang bagus itu ya kamera sungguhan akan tetapi gak ada salahnya kita manfaatkan kamera Android. Pernah saya membaca komentar seorang fotografer handal dan profesional disuatu forum kalau katanya kamera ponsel itu 'kamera main-main'. (Saya no comment deh. Threadnya bisa dibaca disini: http://m.detik.com/inet/read/2012/12/08/153701/2113023/1277/kamera-ponsel-itu-kamera-main-main)

Oke, apa sih hebatnya kamera Android? Apa yang membedakan Android dengan jenis ponsel lain? Apakah Android itu spesial?

Menurut saya sebenarnya hampir sama saja seperti kamera ponsel pada umumnya. Hasil jepretannya juga lumayan sih :) bagus malah. Saya memakai Sony Ericsson Xperia X10 Mini yang mana setelah saya telusuri pada kelas low-end hanya ponsel ini ponsel Android harga murah/paling murah dengan kamera 5MP dengan fitur autofokus dan flash led. Saya membelinya dengan harga Rp. 675.000 saja :D berbeda dengan Samsung Galaxy Y, Samsung Galaxy Mini, Samsung Galaxy Pocket, ataupun Sony Ericsson Xperia X8 yang rata-rata memiliki kamera 2MP sampai 3MP saja tanpa autofokus dan flash led.

Kembali ke topik. Bak foto pra-nikah, supaya nantinya indah saat dibingkaikan pastinya harus melalui proses editing dulu. Begitu juga dengan Android. Tidak harus bergantung pada ungkapan 'The Man behind The Gun' karena Gun-nya juga berpengaruh besar terhadap hasil foto. Salah satu kelebihan ponsel Android yaitu terdapat banyak aplikasi pengolah gambar/photo editor yang dapat kita peroleh secara gratis di Play Store seperti PicSay, Lithic, Pixlr 'o Matic, Pixlr Express, Instagram juga termasuk dan masih banyak lagi. Dengan menambahkan sedikit contrast dan sharpness serta beberapa effect seperti lomo atau vignette dijamin foto tersebut jadi berputar 180 derajat bagusnya :)

Akan tetapi gak harus selalu ngandalin aplikasi pihak ketiga juga untuk mendapatkan hasil foto yang baik. Tinggal kitanya saja yang harus banyak belajar.

Ada sebuah komunitas yang ditujukan khusus untuk fotografi handphone dan kebetulan saya juga ikut bergabung. Namanya CoferONE (Community Photography Camera Phone). Berdirinya baru tahun lalu. Namun wuh.. jangan salah. Sudah lebih dari 2500 member yang bergabung di komunitas ini. Prestasinya juga banyak. Sering ikut dalam berbagai event dan memperkenalkan "inilah fotografi handphone". Bahkan komunitas ini juga mendapat apresiasi yang bagus dari masyarakat. Sempat kemarin masuk ke dalam koran terkemuka. #Keren :)

Untuk lebih jelasnya bisa anda search sendiri di Google.


Dan seperti inilah hasil dari karya-karya mereka : (Saya ambilkan langsung dari Group resminya di Facebook)

Device : Sony Ericsson XperiaX8

Device : Sony Ericsson Xperia S

Device : Sony Ericsson XperiaX8

Device : Nokia Asha 303

Device : Iphone 5

Itu tadi salah satu contoh peranan Android dalam fotografi. Dengan berbagai macam jenis kameranya tidak menutup kemungkinan kita bisa menghasilkan foto-foto yang menarik dengan tipe ponsel ini.

Popular Posts

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Official Android Center - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger